Thursday, 17 October 2013

5. Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran tentunya sangat terkenal di kalangan orang Sunda. Banyak peninggalan sejarah berupa prasasti yang menceritakannya. Di samping itu ada berita dari dalam negeri dan luar negeri yang menceritakannya. Kini namanya dijadikan nama universitas negeri di Bandung yaitu Universitas Padjadjaran atau UNPAD.

Kerajaan Pajajaran mulai berdiri pada tahun 1482. Kerajaan ini merupakan kelanjutan dari Kerajaan Sunda Galuh. Sebenarnya nama Kerajaan Pajajaran berasal dari nama ibu kota Kerajaan Sunda yaitu Pakuan Pajajaran. Jadi Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda Galuh setelah ibu kotanya pindah dari Galuh ke Pakuan Pajajaran. Pakuan Pajajaran terletak di sekitar Bogor sekarang.

Raja pertama Pajajaran adalah Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi memerintah dengan baik selama 39 tahun. Pada masa pemerintahannya Pajajaran mengalami kejayaan dan kesejahteraan. Tome Pires (orang Portugis yang pernah mengunjungi Pajajaran) mencatat tentang zaman Prabu Siliwangi dengan komentar bahwa "Kerajaan Sunda diperintah dengan adil, mereka adalah orang-orang yang jujur".

Peta Wilayah Kerajaan Pajajaran


Prabu Siliwangi wafat pada tahun 1521. Raja-raja setelahnya adalah sebagai berikut :
1. Prabu Surawisesa (1521 - 1535)
2. Ratu Dewata (1535 - 1543)
3. Ratu Sakti (1543 - 1551)
4. Ratu Nilakendra (1551 - 1567)
5. Raga Mulya atau Prabu Surya Kencana (1567 - 1579)

Prabu Surawisesa terkenal sebagai raja yang pemberani. Pada masa pemerintahannya, beliau memimpin pasukan Pajajaran dalam 15 kali perang. Prabu Surawisesa dalam tradisi lisan terkenal dengan nama "Mundinglaya Dikusumah". Pada masa Prabu Surawisesa Pajajaran diserang oleh pasukan gabungan Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak. Pasukan Cirebon dan Demak berhasil menduduki kota pelabuhan Banten pada tahun 1526 dan Sunda Kalapa (Jakarta) pada tahun 1527.

Perang antara Pajajaran melawan Demak, Cirebon dan Banten berlangsung selama 5 tahun. Kedua belah pihak tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Pajajaran tidak bisa merebut kembali Banten dan Jakarta. Begitu juga Demak, Cirebon dan Banten tidak bisa memperluas daerah yang direbutnya. Kemudian terjadi perjanjian damai antara Pajajaran dan Cirebon pada tahun 1531. Sehingga kedua belah pihak bisa fokus membangun negara masing-masing.

Setelah Prabu Surawisesa wafat pada tahun 1535, Pajajaran mulai melemah. Kondisi negara menjadi tidak kondusif. Pajajaran berakhir pada tahun 1579 karena diserang oleh pasukan Kesultanan Banten yang waktu itu dipimpin oleh Maulana Yusuf.

Sebelum Pajajaran runtuh, raja Pajajaran mengirim beberapa orang utusan ke Sumedang Larang yang merupakan kerajaan bawahannya untuk meneruskan takhta Pajajaran. Maka Kerajaan Sumedang Larang dianggap sebagai pewaris yang sah dari Kerajaan Pajajaran.


Referensi :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Pakuan_Pajajaran
2. http://www.anneahira.com/kerajaan-pajajaran.htm
3. http://www.kumpulansejarah.com/2013/01/sejarah-kerajaan-pajajaran.html
4. http://www.zum.de/whkmla/histatlas/seasia/pajajaran.gif




No comments:

Post a Comment